kegiatannyauntuk melestarikan kesenian ludruk 2. Memberikan edukasi dan entertaiment pada masyarakat Surabaya agar membangkitkan kepedulian terhadap kesenian ludruk yang sesuai dengan visi misi komunitas, yaitu eksistensi, inovasi, dan regenerasi. C. Manfaat Perancangan . 1. Bagi Komunitas, yaitu membantu melestarikan kesenian ludruk. 2. Berikutcara melestarikan budaya lokal pada era globalisasi agar tetap terjaga: Mempelajari budaya lokal dengan memahami informasi mengenai budaya itu sendiri. Mengikuti kegiatan budaya asal dengan terlibat langsung di dalamnya, misalnya menjadi peserta atau penonton kegiatan budaya tersebut. ReleaseDiskominfo Kabupaten BogorSenin, 30 Mei 2016CIBINONGFestival Budaya Daerah (Helaran) dalam memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke 534 tahun, di meriahkan oleh penampilan kesenian dan budaya dari sejumlah Kota/Kabupaten yang ada di Jawa Barat dan 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, yang bertempat di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong pada Minggu (29/5).Hadir dalam kesempatan Bupati Berkaitandengan hal tersebut di atas kami dari pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa "Sanggar Seni Widya Budaya" Politeknik Negeri Madiun bermaksud untuk menetapkan sasaran serta langkah-langkah dalam mewujudkan kegiatan kesenian tari tradisional sebagai wadah penyaluran bakat, hobi dan keterampilan dalam kesenian tari tradisional serta melatih Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Sering kali kita tidak menyadari, di era globalisasi saat ini banyak masyarakat yang kurang menghargai kebudayaan Indonesia yang beragam. Semangat nasionalisme di Indonesia patut dipertanyakan karena dampak globalisasi. Hal ini menjadi pertanyaan yang lebih besar di kalangan anak muda karena mereka adalah penerus bangsa. Nasionalisme mengacu pada cinta tanah air yang dipengaruhi oleh keterikatan emosional sebagai warga negara Indonesia. Penulis sendiri sebagai warga Indonesia sangat bangga dengan banyaknya budaya yang unik dan menarik dari Sabang sampai Merauke. Seperti kesenian, adat, dan makanan khas daerah yang sangat beragam. Namun sungguh aneh sebagai anak bangsa banyak pemuda yang tidak mengetahui dan melupakan budayanya sendiri. Dulu adat dan budaya sering kali dipakai untuk acara pernikahan, tetapi saat ini lebih banyak kalangan pemuda yang meninggalkan acara adat tersebut karena dianggap kuno dan lebih memilih acara yang bertema kebarat-baratan. Padahal banyak orang asing yang lebih ingin belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia. Oleh karena itu banyak negeri asing yang mengakui budaya Indonesia. Nah, berikut ini contoh budaya yang mulai hilang dan dilupakan oleh masyarakat Indonesia seperti yang dilansir dari 1. Tari Bontek. Seni tari ini berasal dari Pulau Meranti, Provinsi Riau yang menyimpan segudang budaya dan kesenian khas dengan Melayunya. Tetapi di balik kekayaan aset budayanya, tarian ini mulai redup dan terlupakan. Tarian ini berasal dari Desa Tanjung Padang, Meranti, Riau. 2. Tari Balumpa. Tarian ini berasal dari Wakatobi daerah Binongko dan Buton, Sulawesi Tenggara. Tari Balumpa ini disuguhkan untuk menghormati para tamu atau pejabat-pejabat tinggi yang datang ke daerahnya. 3. Tari Renggong Manis. Seni tari ini termasuk salah satu tarian Betawi yang berasal dari budaya Cina Klasik, Betawi, dan Arab. Gerakan tari yang dinamis dan penuh keceriaan jadi alasan tarian ini jadi media untuk menyambut tamu khusus. Salah satu budaya yang penulis sukai saat ini adalah Mandau Terbang yang berasal dari Suku Dayak. Tidak seperti senjata adat lainnya, menurut penulis senjata yang satu ini sangatlah unik. Pengguna senjata ini bisa menggunakannya seolah-olah Mandau tersebut bisa terbang. Suku Dayak percaya hal ini dapat terjadi karena Mandau yang diturunkan oleh nenek moyangnya tersebut di dalamnya bersemayam roh-roh pendahulu mereka. Sayangnya saat ini pengguna Mandau Terbang mulai berkurang jumlahnya. Lalu apa penyebab hal tersebut bisa terjadi? Menurut penulis generasi muda seharusnya meneruskan dan mempelajari budaya yang mulai terlupakan, bukannya malah mencintai budaya negeri lain yang tidak membawa dampak positif. Menurut masyarakat Indonesia belum menjadikan usaha menjaga dan melestarikan sebagai sebuah kebutuhan, informasi terkait kearifan budaya lokal belum menyebar luas, dan rasa ingin tahu yang kurang. Kebudayaan adalah salah satu yang menggambarkan sifat nasionalis. Lalu, bagaimana caranya agar hal tersebut tidak terjadi lagi? Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan. 1. Mempelajari budaya lokal. Salah satu cara untuk melestarikan budaya lokal yaitu dengan memahami budaya itu sendiri. Kita harus mengetahui berbagai macam informasi berkaitan dengan budaya dari berbagai sumber, mulai dari Ensiklopedia, buku, bahkan surat kabar. Dengan begitu, kita bisa mengetahui budaya apa saja yang harus dilestarikan dalam era globalisasi agar tidak punah. 2. Mengikuti kegiatan kebudayaan. Setelah mengetahui berbagai informasi dan karakteristik dari budaya lokal kita, selanjutnya yaitu mengikuti kegiatan budaya tersebut. Kita bisa mengikuti kegiatan budaya dan bahkan menyeleggarakanya, seperti perlombaan tari tradisional atau membuat festival yang berisi berbagai makanan khas dari berbagai daerah. Mengikuti kegiatan kebudayaan dapat menambah rasa cinta pada kultur yang ada di Indonesia. 3. Mengenalkan produk lokal Indonesia. Kita bisa melestarikan budaya dengan cara mengenalkan berbagai kesenian dan budaya melalui jejaring sosial hanya dengan postingan foto di media sosial. Hal tersebut dapat memperkenalkan budaya lokal di kancah internasional. Contohnya seperti menggunakan produk budaya lokal. Jika berada di luar negeri kita juga harus memilih produk dari Indonesia ketimbang produk hasil impor. 4. Jadikan budaya sebagai Indonesia. Jika kita memiliki rasa bangga terhadap budaya kita sendiri maka budaya tersebut tidak akan hilang tergantikan oleh budaya asing karena pengaruh globalisasi. Mulai dari hal hal kecil seperti menggunakan bahasa daerah masing-masing dan menjaga sopan santun seperti yang selalu diajarkan kepada kita. Mari cintai kebudayaan negeri ini, karena budaya adalah salah satu hal yang membentuk negara Indonesia. Mulai dari memperkenalkan kebudayaan Indonesia sejak dini dan menanamkan rasa cinta terhadap Tanah Air. Dengan menerapkan hal tersebut maka Indonesia akan menjadi negara yang bersatu warganya walaupun memiliki banyak perbedaan. Bersama-sama kita wujudkan semboyan bangsa Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga budaya Indonesia tetap terjaga dan diharapkan tidak akan ada lagi perpecahan di negeri ini sehingga menjadikan Indonesia negara yang aman, adil, dan makmur. Upaya apa yang harus dilakukan untuk melestarikan budaya daerah? Cari Tahu Tentang Budaya Anda. Aktif Mengikuti Acara Kebudayaan. Masuk ke Dalam Komunitas. Kenalkan Budaya Lewat Media Sosial. Gunakan Produk Indonesia di Luar Negeri. Mengekspor Barang Hasil Kesenian. Budaya Anda adalah Identitas Anda. Apa manfaat menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah? Meningkatkan nilai bangsa. Indonesia mempunyai banyak sekali budaya daerah yang unik dan berbeda satu sama lain. Mempertahankan orisinalitas masyarakat Indonesia. Membantu terbentuknya masyarakat yang toleran. Sebagai pemersatu bangsa. Bagaimana cara melestarikan kebudayaan daerah menggunakan teknologi? Membagikan Tradisi Menarik Yang Ada Di Sekitar Tempat Tinggal. Menawarkan Produk Khas Yang Dimiliki Daerah. Memanfaatkan Teknologi Digital Untuk Meningkatkan Pariwisata. Langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk membangkitkan budaya daerah? Pendahuluan Mau Mempelajari Budaya Tersebut. Mengambil Partisipasi dalam Pelestarian Kebudayaan Daerah. Mengajari Generasi Lainnya untuk Dapat Melestarikan Kebudayaan. Mempraktikkan penggunaan bahasa daerah dengan baik dan benar. Menghilangkan perasaan gengsi. Menghindari sikap primordialisme dan etnosentrisme. Apa saja upaya untuk melestarikan kebudayaan daerah brainly? Memperhatikan dan mempelajari budaya daerah. Menggunakan pakaian adat, sesuai dengan acara-acara tertentu. Mempelajari dan memakai bahasa daerah di lingkungan keluarga. Mengadakan dan turut serta dalam kegiatan lomba/pentas seni di daerah sekitar. Bagaimana cara menjaga dan melestarikan budaya daerah Indonesia Sebutkan tiga cara? Mempelajari kebudayaan daerah seperti bahasa daerah, kesenian daerah. Memperkenalkan budaya daerah baik di dalam negeri maupun di luar negeri melalui pameran atau pertunjukkan kesenian. Menggunakan adat istiadat suku bangsa dalam peristiwa-peristiwa penting seperti perkawinan, kelahiran atau kematian. Bagaimana cara melestarikan kebudayaan daerah bagi generasi muda? Pendidikan tentang budaya daerah. Mengenali budaya daerah sendiri. Dilaksanakan lomba budaya daerah. Mendukung upaya pengembangan budaya daerah. Diadakan pentas seni daerah. Memilih budaya asing agar tidak mematikan budaya daerah dan nasional. Apa yang dimaksud dengan melestarikan budaya bangsa? Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka dapat di definisikan bahwa yang dimaksud dalam pelestarian budaya ataupun budaya lokal adalah upaya untuk mempertahankan agar/supaya budaya tetap sebagaimana adanya. Bagaimana cara melestarikan kebudayaan di tengah tengah era globalisasi saat ini? Mempelajari Budaya Lokal. Mengikuti Kegiatan Budaya Asal. Mengenalkan Produk Budaya Ke Kancah Internasional. Jadikan Budaya Sebagai Identitas. Mengekspor Barang Kesenian. Bagaimana cara manusia menghargai dan melestarikan budaya sendiri? Mengajarkan budaya ke orang lain. Jangan menyimpan kekayaan budaya diri sendiri hanya untuk kita sendiri. Tak terpengaruh budaya asing. Memperkenalkan budaya Indonesia pada negara lain. Bagaimana cara membina dan melestarikan budaya bangsa? Menerima Keberagaman Suku, Bangsa, dan Budaya. Untuk bisa mempunyai sikap menerima keragaman suku bangsa dan budaya yang ada di masyarakat, diperlukan kesadaran dan keterbukaan. Mempelajari Kesenian Daerah Lain. Mengembangkan Budaya Daerah Sendiri. Langkah awal untuk melestarikan budaya sendiri? question. Langkah awal untuk melestarikan budaya sendiri adalah dengan mencintai, mempelajari dan menerapkan budaya tersebut. Bagaimana cara mengembangkan dan mempertahankan seni tradisi? mendirikan sanggar tari kesenian tradisional. ikut latihan di sanggar tari kesenian. membuat organisasi untuk perkarya/pecinta seni tradisional. menonton/menyaksikan penggelaran kesenian tradisional. Bagaimana cara melestarikan tarian daerah yang ada di Indonesia? Bagaimana cara menjaga budaya sendiri agar tidak punah dan diambil oleh negara lain? References Pertanyaan Lainnya1Apa yg dimaksud strategi usaha?2Apakah persegi sudah pasti sebangun?3Apa manfaatnya jika kita rajin membaca?4Mengapa Jepang menjajah Indonesia dengan cepat?5Bagaimana cara mencari jari-jari?6Berapa bilangan oksidasi vanadium?7Apakah manfaat dari bunyi pantul brainly?8Apa yang dimaksud dengan bokor?9Apa yang menyebabkan lordosis kifosis dan skoliosis?10Apa inti dari negosiasi? Kala dunia dengan cepat menerima perkembangan teknologi, identitas suatu bangsa dimaknai sebagai sebuah fondasi dan jati diri. Setiap negara haruslah menerapkan teknologi secara adaptif sesuai kebutuhan. Informasi yang beredar cepat antar negara mampu mengubah kesenangan, pola pikir, bahkan kebudayaan masyarakat. Hal ini kemudian diantisipasi sebagai faktor negatif yang dapat menggerus nilai-nilai kebudayaan kita. Fenomena yang terjadi saat ini, ketika anak-anak bebas berkeliling dunia hanya dengan melalui gawai gadget dalam genggaman, tidak ada lagi istilah terisolasi dalam kebudayaan sendiri. Sejak usia 4 tahun, anak-anak sudah diberikan kesempatan untuk menggunakan gawai, sehingga akses untuk melihat dunia terbuka lebar lewat berbagai platform yang ada, seperti YouTube, TikTok, Instagram dan Facebook. Akses inilah yang menjadi sumber informasi bagi anak-anak tentang budaya populer. Secara pengetahuan, tentu saja dapat memberikan dampak positif, sebab di umur yang masih belia, mereka sudah dapat mengakses informasi secara luas. Namun yang menjadi fokus perhatian ialah ketika muatan platform tersebut didominasi oleh industri populer, sehingga mengakibatkan nilai-nilai kearifan lokal seperti kesenian tradisional menjadi minoritas dan dalam dunia pendidikan, pemerintah menerapkannya di bidang ekstrakurikuler, seperti musik tradisional, tarian tradisional, teater tradisional, serta dalam kurikulum mata pelajaran Seni Budaya yang memperkenalkan warisan budaya Nusantara yang lebih luas lagi. Hal ini merupakan upaya serius yang dilakukan oleh pemerintah, bahwasanya jati diri bangsa merupakan pondasi yang harus terus kita untuk merawat nilai-nilai tradisi hendaknya dimanfaatkan dengan baik dan menjadi tugas bersama. Pemboikotan segala jenis informasi dari luar tidaklah bijaksana, sebab kita juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia saat ini. Anggaplah itu sebagai resiko jika kita membuka diri terhadap dunia luar. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi pergeseran budaya, setidaknya dapat dimulai dengan memperkenalkan kekayaan warisan budaya Nusantara sejak dini, serta bersentuhan langsung dengan tradisi fenomena yang terjadi pada anak-anak yang sejak dini sudah diperkenalkan pada tradisi mereka sendiri, mereka justru kekurangan wadah untuk menampilkannya. Alhasil, yang mereka lakukan hanya sebatas mengembangkan kesenian agar tradisi tetap relevan dengan zaman. Kita bisa saja menciptakan panggung pertunjukan dengan konsep-konsep pembaharuan yang tidak dianggap ketinggalan zaman, iklim pembelajaran yang inovatif, serta upaya lainnya. Intinya, langkah demi langkah dipersiapkan agar kesenian tradisional mampu bersaing dalam ranah industrial, sekaligus dapat diakses dengan mudah lewat berbagai platform Ruang SentraDari sekian banyak komunitas yang ada di negeri ini, khususnya daerah Sumatra, ada sebuah komunitas yang berhasil mencuri perhatian masyarakat, yakni komunitas Ruang Seni Nusantara. Komunitas yang dikenal dengan sebutan Ruang Sentra ini bergerak bersama kemajuan ekosistem seni dan budaya lokal dengan jurus-jurus jitu yang dianggap efektif dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat. Menariknya, ketika kita melihat banyak komunitas yang digagas oleh para kaum muda dengan semangat militansi, esensi dari kegiatan yang mereka inisiasi justru seringkali terlupakan. Namun, tidak demikian dengan Ruang Sentra yang memiliki misi lebih terarah dan terukur, yaitu melakukan Pengembangan Nilai Budaya secara konsisten. Ruang Sentra mengembalikan nilai dan praktik kultur tradisi kepada masyarakat pemiliknya sebagai modal, kekuatan, serta ruang untuk berpartisipasi secara aktif dalam praktik kultur tradisi. Selain itu, melakukan wacana kultural lanjutan, serta membuka ruang untuk nilai dan praktik kultur tradisi secara akademik dengan mengedepankan pemahaman kultural yang menyeluruh. Namun tidak hanya sampai pada misi ini saja, melainkan kegiatan yang mereka inisiasi juga menjadi topik yang menarik untuk Bermasyarakat ialah yang mereka sebut sebagai kegiatan edukatif dan solusi dalam menjaga nilai tradisi. Pada edisi kali ini, musik tradisional menjadi fokus utama kegiatan perdana Seniman Bermasyarakat. Ruang Sentra terbentuk di kota Medan dan memiliki pergerakan di sekitar wilayah Sumatera. Namun, mereka juga berjejaring dengan teman-teman diluar wilayah Sumatera, seperti pulau Jawa, Kalimantan, dan wilayah timur Ruang Seni NusantaraSeniman Bermasyarakat secara teknis ialah seniman yang diberangkatkan menuju desa untuk melakukan serangkaian kegiatan, seperti observasi, diskusi, workshop dan pelatihan. Observasi dilakukan pada hari pertama dengan mengangkat tema-tema yang menarik untuk digali dan tentu saja berkaitan dengan keilmuan para seniman. Di hari kedua, diskusi dengan para tokoh masyarakat, seniman lokal, serta pemerintah desa dilaksanakan Kemudian pada hari ketiga, para seniman berbagi tentang pengalaman dan pengetahuannya dalam kegiatan workshop dan pelatihan. Berfokus pada generasi muda dengan rentang usia 10 hingga 18 tahun. Kegiatan-kegiatan yang sudah dirancang tersebut diharapkan dapat menghasilkan output yang bersifat edukatif, baik bagi masyarakat maupun bagi seniman itu melakukan proses residensi ke setiap desa yang terpilih, diharapkan seniman dapat membawa semangat untuk tetap bertolak pada makna tradisi sebagai kekuatan seniman berbagi pengetahuan, baik akademik maupun pengalaman empirik yang telah teruji. Terdapat dua arah pembelajaran ketika masyarakat setempat merespon seniman yang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang berkembang di dalam etalase kebudayaan daerah bercerita tentang pengalaman tim dalam sebuah perjalanan menuju salah satu desa wisata di kawasan Danau Toba, tim bercerita bahwasanya mereka dapat menemukan makna dari sebuah tanggung jawab, yakni tanggung jawab moral sebagai masyarakat pemilik seni tradisi. Perjalanan yang dilewati tentu saja berliku, namun sudah menjadi tekad para seniman untuk mewujudkan ide dan gagasan agar tercipta sebuah kegiatan berbasis dan PelatihanSeniman Bermasyarakat merupakan sebuah kegiatan yang lahir dari rasa tanggung jawab untuk melestarikan tradisi. Kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas Ruang Sentra yang dalam pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan. Seniman Bermasyarakat direncanakan akan terlaksana pada bulan April, Juni, dan Agustus tahun 2021. Adapun pelaksanaan perdananya sudah terealisasi pada bulan April lalu, bertempat di Desa Tipang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Desa ini adalah salah satu desa wisata yang cukup terkenal di kawasan Danau Toba. Dipilihnya Desa Tipang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan Seniman Bermasyarakat, bukanlah tanpa alasan. Lantaran ramainya wisatawan yang berkunjung, Ruang Sentra menganggap Desa Tipang sebagai desa yang rentan akan akulturasi budaya. Dengan adanya kegiatan Seniman Bermasyarakat, diharapkan anak-anak di Desa Tipang dapat kembali mencintai akar tradisi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga tradisi sebagai kekuatan dan jati diri bangsa. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita saling bahu membahu dalam menyukseskan kegiatan-kegiatan yang bernilai edukatif dan bertujuan untuk membangun kebudayaan. Berharap bahwa kegiatan Seniman Bermasyarakat yang akan digelar pada bulan Juni dan Agustus 2021 mendatang dapat berjalan dengan baik, begitu pula dengan tahun-tahun berikutnya. Penyunting Nadya Gadzali Oleh Basanda Etavita / Alumni Seiring melesatnya perkembangan jaman yang semakin membuat segala aspek kehidupan semakin mendunia, tentunya generasi muda saat ini cenderung untuk berpikiran lebih modern. Sehingga mereka juga sering melupakan betapa penting dan berharganya berbagai warisan kebudayaan daerah. Kadang kalanya mereka terlalu berpikiran bahwa kesenian dan kebudayaan yang menjadi warisan nenek moyang tersebut adalah hal yang kuno dan tidak relevan dengan perkembangan jaman di masa kini. Tentu bila hal itu benar-benar terjadi di kalangan pemuda-pemudi penerus bangsa hal itu menjadi sebuah petaka bagi generasi selanjutnya. Betapa tidak? Akan sangat merugikan apabila kesenian yang merupakan kebudayaan daerah tidak dijaga dan dilestarikan dengan baik, karenanya sudah sepantasnya kita untuk saling bahu-membahu dalam menjalankan tindakan untuk menjaga dan melestarikannya. Agar nantinya anak cucu kita dapat selalu melihat dan merasakan betapa hebat warisan kebudayaan Indonesia. Dan jangan sampai warisan kebudayaan tersebut hilang termakan waktu. Dan tentu satu hal yang sangat harus kita jaga bersama yaitu jangan sampai kesenian budaya asli Indonesia direbut oleh bangsa lain. Sudah kita ketahui sebelumnya, bahwa budaya daerah merupakan akar dari budaya nasional. Tentu saja apabila budaya daerah berdiri dengan kokoh pasti budaya nasional juga akan sama kokohnya. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan budaya? Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Jadi kebudayaan dapat disimpulkan sebagai keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, dan nilai-nilai manusia yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan adanya budaya yang berkembang di dalam masyarakat akan menghasilkan berbagai jenis pemikiran dan pandangan yang akan menghasilkan kesenian khusus yang berkembang dalam masyarakat tersebut. Indonesia memiliki beragam kesenian yang berbeda-beda di tiap daerah hal ini dikarenakan Indonesia terdiri bermacam-macam suku bangsa. Setiap suku bangsa tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Namun dengan adanya perbedaan tersebut, tidak malah menjadikan Indonesia terpecah-pecah tetapi buktinya Indonesia tetap menjadi kesatuan yang utuh sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan perbedaan kebudayaan tersebut semakin membuat Indonesia kaya akan keanekaragaman budaya. Sedini mungkin kita seyogyanya telah melatih untuk mengayomi diri dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air termasuk kebudayaannya. Dan kita yang sering kali dianggap sebagi bangsa timur yang menjunjung tinggi kesopanan dan bersikap penuh keramahtamahan harus pula dapat mempertahankan predikat itu. Terlebih lagi dengan kuatnya arus westernisasi yang semakin mudah dan cepat menyebar ke penjuru dunia kita harus dapat menyaring kebudayaan yang masuk ke Indonesia sesuai dengan Pancasila yang menjadi dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa kita. Dengan demikian sikap apresiasi dalam seni harus kita tumbuh kembangkan dalam diri kita. Sikap apresiasi tersebut adalah sikap yang berhubungan dengan penilaian dan pengembangan dalam kesenian. Kegiatan apresiasi dapat tercemin dari tindakan seperti menilai keragaman kesenian yang ada, mau mempelajari berbagai kesenian daerah, mau melihat dan menghargai kesenian daerah yang dipertunjukan, mau terlibat dalam pengembangan kesenian yang ada. Sikap apresiatif ini harus ditumbuhan pada generasi muda karena generasi muda yang menjadi penerus selanjutnya dapat terlatih dalam meningkatkan kebudayaan, dengan demikian semakin kebudayaan itu berkembang maka akan terjaga kelestariannya. Siapa sajakah yang berperan dalam pelestarian dan penjagaan kesenian dan kebudayaan daerah ini? Tentu saja tidak hanya ditekankan pada generasi muda yang menjadi tokoh utama dalam sasaran pengembangannya, namun hal ini tidak dapat berjalan tanpa adanya bantuan dan peranan dari orang-orang sekitar yang lebih berpengalaman dalam hal seni tersebut. Sekolah dapat menjadi salah satu wadah dalam pengembangan dan pelestarian kebudayaan tersebut. Berbagai kegiatan seperti ekstrakulikuler kesenian yang ada di sekolah memiliki peranan yang positif untuk mendidik dan melatih para siswa dalam bidang seni. Selain itu pula kegiatan pentas seni yang tentunya dapat membantu siswa yang kurang mengetahui kesenian daerah lain untuk mengenalnya. Begitu pula dengan pelajaran kesenian yang ada. Menjaga dan melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah milik bangsa adalah tanggung jawab bersama yang sudah sepantasnya kita lakukan sebagai generasi muda penerus bangsa. Jadikanlah kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam menjadi aset kebudayaan yang tak terkira. Tetap lestarikan kebudayaan dan kesenian daerah untuk memperkokoh budaya nasional kita. About eksisku Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Jurnalistik Sekolah, pengelola Perpustakaan dan Rumah Belajar Srikandi, aktif pada organisasi kemasyarakatan

mengikuti kegiatan kesenian berguna untuk melestarikan